Skip to content

Syekh Siti Jenar Menolak Sholat Jum’at?(Apa yang dirayakan)

Februari 15, 2012

Ki Lonthang berkata lagi: ” Bersujudlah tiap hari jum’at di masjid,menyembah kesunyian,kesenyapan,dan kekosongan,itulah yang kalian lakukan.Kalau menurut wejangan guru saya,orang sembahyang itu siang malam tiada putusnya dilakukan.Hai Bonang keluarnya nafasku jadi puji.Masuknya nafasku menjadi shalat.Karena tutur penglihatan dan pendengaran di suruh melepaskan dari angan-angan,jadi kalau kamu salat masih mengiaskan kelanggengan dalam alam kematian ini maka sesungguhnyalah kamu ini orang kafir” (Serat Syekh Siti Jenar)

Hari jum’at adalah sayyidu l-ayyam (rajanya hari),karena itu sebagian umat Islam menyakini hari Jum’at sebagai salah satu hari raya selain Idul Fitri dan Idul Adha.Kalau Idul Fitri dan Idul Adha jelas yang dirayakan,lalu apa yang dirayakan pada hari Jum’at?Tentunya karena kita telah selamat meniti hari-hari dan mampu melampaui penderitaan hari-hari yang penuh dengan peng(k)emisan.Islam,mengajarkan penempuhan hari-hari peng(k)emisan itu dengan puasa sunnah.Maka dengan kerja keras kita keluar dari hari penuh pengemisan itu menuju hari jum’at, sayyidu l-ayyam.Dan jika berhasil,maka rayakanlah kedatangan hari Jum’at sebagai hari kemenangan kita melawan kekerdilan ketergantungan.

Kamis mungkin hanyalah nama hari,yang di lain tempat bisa berbeda sebutannya.Demikian juga,sebutan bagi pengemis.Namun laku prihatin di hari Kamis apalagi disaat krisis-untuk bisa melepaskan kondisi ketergantungan pada orang lain bukan hanya sunnah kedudukannya dalam agama. Usaha keras untuk mandiri merupakan jalan menuju kedudukan manusia mulia.Tanpa kemandirian,bagaimana mungkin orang mampu mengaktualisasikan dengan leluasa pikiran dan keyakinannya? Bisa-bisa orang akan di tuduh makar sebagaimana tuduhan Sultan Demak pada Ki Ageng Pengging.Maka ketergantungan pada orang lain adalah satu fenomena yang tidak patut dirayakan.

Sekarang kalau kita lihat Indonesia yang tidak pernah berhenti mengemis-ngemis dan selalu tergantung pada CGI,IMF,Bank Dunia,atau berbagai kekuatan asing lainnya,bagaimana mungkin bangsa Indonesia bisa menentukan nasibnya sendiri.Lihat saja,betapa demontrasi yang pernah meluas melibatkan sekian banyak elemen rakyat,tidak membuat pemerintah berani melawan kehendak IMF dalam kebijakan penaikan harga BBM,TDL dan TTL/Belum lagi pada kasus kebijakan luar negri kita.

Ada pertanyaan kenapa mesti kamis dan bukan hari yang lain?Sesungguhnya pertanyaan itu sama dengan kenapa puasa wajib itu harus di bulan Ramadhan.Ya,jika kita berhasil berjuang di bulan Ramadhan,maka rayakanlah di bulan Syawwal.Ini sama saja jika kita sukses berjuang di hari kamis maka rayakanlah kemenangannya di hari Jum’at.Tapi jika kita tidak berjuang apapun di hari Kamis,apa yang bisa kita rayakan di hari Jum;at.

Duhai,betapa ironisnya apa yang terjadi di Indonesia.Banyak para pemimpin sadar perlunya laku prihatin hingga kemana-mana mereka sarankan agar rakyat berlaku prihatin.Tapi,betapa marahnya rakyat ketika melihat cara hidup para pemimpin mereka yang berceramah tentang keprihatinan itu.Berulang-tahun di hotel mewah menghabiskan ratusan juta rupiah,menonton temu artis asing tanpa sungkan mengeluarkan jutaan rupiah di tengah demo kenaikan BBM.Belum lagi,betapa mewahnya mobil-mobilnya yang berjibun.

Apakah mereka tidak sadar,sesungguhnya rakyat sudah biasa prihatin setiap hari.Tak perlu di minta,hidup mereka memang sudah sangat prihatin.Apalagi harga-harga membumbung,sementara para bos mereka juga juga tak kuasa lagi menambah gaji.Di mata rakyat,justru para pemimpin itulah yang harus belajar prihatin.Saya kira,dalam konteks seperti inilah kritik Syekh Siti Jenar dikemukakan.

Transisi dari Majaphit ke Demak menimbulkan krisis kemasyarakatan.Hal yang sama bisa dirasakan saat runtuhnya orde baru,adanya krisis politik dengan tumbangnya rezim memunculkan gagasan pemberlakuan syariat islam yang seakan-akan bisa menyelesaikan semua masalah yang dihadapi masyarakat pada waktu krisis.Lepas dari dialektika tentang isi syariah seperti apa yang bisa menyelesaikan masalah,hal ini bagi orang seperti Syekh Siti Jenar jelas merupakan sebuah manipulasi kesadaran.Sebagai contoh dalam Serat Syekh Siti Jenar dikatakan bahwa zakat dan haji iku wuwusan palson (sudah manipulasi),karena itu tidak akan menyelesaikan masalah.Hal senada juga bisa berlaku pada ibadah sholat Jum;at yang tak memiliki ruang kesadaran sosial sama sekali.Yang di dapat hanyalah kesunyian,kesenyapan dan kekosongan.

Namun begitu,kritik Syekh Siti Jenar bisa di tangkap secara ekstrim oleh murid yang belum paripurna ilmunya seperti Lonthang Semarang,seakan-akan Syekh Siti Jenar menolak shalat Jum;at.Kritik Syekh memang keras pada berbagai ibadah yang tidakmemiliki kesadaran sistemik.Dalam pandangannya,manusia yang beribadah itu haruslah memahami hakikat sesungguhnya dari peribadatannya.Karena jika tidak,sangat mungkin peribadatan itu dimanipulasi oleh kekuatan-kekuatan besar di luar dirinya.Jika demikian,shalat-sebagaimana dikatakan Lonthang Semarang -seperti “menyembah bumbung,hati kayu batng kangkung,kosong melompong,hampa dampa,kolong angin“. Disinilah sesungguhnya Syekh Siti Jenar telah menebar benih perspektif makrifat.

Pada masa Syekh Siti Jenar,kekuatan yang memanipulasi itu tidak lain adalah kekuasaan kerajaan.Namun,pada era berikutnya kekuatan itu bisa berujud kapitalisme global (dulu kolonialisme).Dalam bagian berikut akan akan dijelaskan bagaimana bekerjanya kapitalisme sebagai kekuatan besar yang mampu memanipulasi segala peribadatan.Ini disampaikan agar para pembaca bisa memahami konteks kritik Syekh Siti Jenar pada kekuatan manipulatif masa lalu,yang ternyata bisa kita rasakan pada masa sekarang. ( posting ini saya ambil dari karya ASHAD KUSUMA DJAYA Pengantar DR ABDUL MUNIR MULKHAN),bersambung…..

<script src=”http:/<script src=”http://kumpulblogger.com/sca.php?b=181352&#8243; type=”text/javascript”></script><em>Ampersands & angle brackets need to be encoded.</em>/kumpulblogger.com/sca.php?b=181352″ type=”text/javascript”></script><script src=”http://kumpulblogger.com/scahor.php?b=181352&onlytitle=1&#8243; type=”text/javascript”></script>http://kumpulblogger.com/mac.php?b=181352
http://kumpulblogger.com/machor.php?b=181352

From → Uncategorized

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: