Skip to content

Pewaris Ajaran Syekh Siti Jenar-Membuka Pintu Makrifat

Februari 28, 2012

2.Manunggaling Kawulo-Gusti dan Sangkan Paraning Dumadi

Ajaran Syekh Siti Jenar dan dua muridnya yang cukup penting untuk di mengerti para penempuh ajaran makrifat adalah konsep Manunggaling Kawulo Gusti(wahdatul wujud) dan Sangkan Paraning Dumadi (asal tujuan manusia).Kedua hal itu merupakan inti dari ajaran makrifat yang kemudian banyak juga dikembangkan oleh kelompok-kelompok makrifat berbasis pengetahuan lokal yang sering di sebut kejawen.Karena itu ajaran ini berkembang sedemikian rupa sehingga memiliki banyak versi.Disini,penulis mencoba menelusuri hakikat ajaran itu dari pemahaman akan kisah Syekh Siti Jenar dan kedua muridnya.

Banyaknya versi sengaja tidak menjadi fokuspembahasan penulis.Dalam kesempatan ini,penulis justru ingin mengajak pembaca menatap kedepan.dengan begitu,yang paling penting dari ajaran tersebut adalah visi kebudayaannya yang adiluhung.Dari pemahaman yang seperti itu barulah kita bisa berharap terbukanya hijab/sekat-sekat kultural yang menjadikan kebudayaan kita stagnant.Maka ujung dari pencarian ini adalah suatu perspektif makrifat yang mampu menjadikan hidup manusia lebih hidup.demikian agar tidak banyak lagi orang yang terjebak sebagaimana murid-murid Syekh Siti Jenar yang membuat keonaran di pasar-pasar.Dan itulah pentingnya penyajian dua murid Syekh siti Jenar yang telah memahami betul ajaran sang guru,yaitu Ki Ageng Pengging dan Pangeran Panggung.

a.Manunggaling kawulo-Gusti:antara Agama,sains dan Politik

Ada satu anekdot konyol dari kisah Syekh Siti Jenar yang menurut penulis merupakan pemahaman salah kaprah tentang ajaran Manunggaling Kawulo Gusti.Yaitu penggambaran ajaran Manunggaling Kawulo Gusti sebagaimana adegan berikut : Sang wali utusan Demak berkata,”Saya adalah utusan dari Sultan Demak meminta kepada saudaraku Syekh Siti Jenar agar bersedia menghadap Sultan di Demak guna di ajak bermusyawarah tentang ilmu agama”.Syekh Siti Jenar menjawab,”Di sini tidak ada Syekh Siti Jenar,yang ada hanyalah Allah”.Maka utusan itu balik ke Demak,melaporkan apa yang dikatakan oleh syekh Siti jenar.Mendengar laporan itu maka penguasa Demak mengutus lagi utusan agar memanggil Allah yang ada di Krendhasawa untuk datang ke Demak.Setelah tiba kembali di kediaman Syekh Siti Jenar,sang utusan berkata,”Saya adalah utusan dari Sultan Demak meminta kepada Allah yang berdiam di Krendhasawa  ini agar bersedia menghadap Sultan di Demak guna di ajak bermusyawarah tentang ilmu agama”.Syekh Siti Jenar menjawab,”Di sini tidak ada Allah,yang ada hanyalah Syekh Siti Jenar”.Maka pulanglah sang utusan melapor kembali pada sang penguasa Demak.

From → Uncategorized

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: